Foto: Aksi Damai HMI Kisaran-Asahan di Mapolres Asahan Berjalan Tertib. (Istimewa)
Kerangsatu.com, Asahan - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran-Asahan menggelar aksi damai di Mapolres Asahan, Senin (1/9/2025). Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini berlangsung kondusif dengan pengamanan penuh dari jajaran Polres Asahan.
Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan Fahmi Nasution dan koordinator aksi Rendi Sinaga. Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tiba menggunakan 30 unit sepeda motor sambil membawa spanduk dan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam orasinya, HMI menyoroti tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Polri untuk bersikap transparan dalam menangani kasus tujuh oknum Brimob yang diduga melindas seorang pengemudi ojek online saat aksi demonstrasi sebelumnya. Kedua, meminta Kapolres Asahan agar tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan kriminal yang marak di wilayah hukum Asahan, termasuk narkoba, judi, dan tindak kejahatan lainnya. Ketiga, menyerukan agar Kapolres Asahan melaksanakan sholat ghoib serta doa bersama untuk mendoakan almarhum Affan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia.
Sebelum menuju Mapolres, massa terlebih dahulu melakukan briefing di Tugu Garuda Universitas Asahan (UNA). Selanjutnya, mereka bergerak menuju Tugu Taman Ma’dizat dan menggelar orasi di kawasan bundaran sebelum akhirnya tiba di Mapolres Asahan sekitar pukul 14.20 WIB untuk melanjutkan aksi dengan bergantian menyampaikan aspirasi.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, MH, hadir langsung merespons tuntutan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan terhadap tujuh oknum Brimob tersebut. “Kami memastikan proses hukum berjalan transparan. Polres Asahan juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba, judi, dan segala bentuk kejahatan lainnya,” tegas Kapolres.
Tidak hanya menanggapi tuntutan, Kapolres bersama massa aksi dan pejabat utama Polres Asahan juga melaksanakan sholat ghoib dan doa bersama di lapangan apel Mapolres sekitar pukul 14.50 WIB. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dalam mendoakan korban sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan mahasiswa.
Aksi damai tersebut diakhiri dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama antara Polres Asahan dan HMI Cabang Kisaran-Asahan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Polres Asahan menegaskan kesiapannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025 dengan mengedepankan prinsip Presisi serta terus menjalin kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya suasana yang damai di Kabupaten Asahan.
Penulis : Indra Sikumbang.
Editor : Indra Sikumbang.
Kerangsatu.com, Asahan - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran-Asahan menggelar aksi damai di Mapolres Asahan, Senin (1/9/2025). Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini berlangsung kondusif dengan pengamanan penuh dari jajaran Polres Asahan.
Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan Fahmi Nasution dan koordinator aksi Rendi Sinaga. Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tiba menggunakan 30 unit sepeda motor sambil membawa spanduk dan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam orasinya, HMI menyoroti tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak Polri untuk bersikap transparan dalam menangani kasus tujuh oknum Brimob yang diduga melindas seorang pengemudi ojek online saat aksi demonstrasi sebelumnya. Kedua, meminta Kapolres Asahan agar tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan kriminal yang marak di wilayah hukum Asahan, termasuk narkoba, judi, dan tindak kejahatan lainnya. Ketiga, menyerukan agar Kapolres Asahan melaksanakan sholat ghoib serta doa bersama untuk mendoakan almarhum Affan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia.
Sebelum menuju Mapolres, massa terlebih dahulu melakukan briefing di Tugu Garuda Universitas Asahan (UNA). Selanjutnya, mereka bergerak menuju Tugu Taman Ma’dizat dan menggelar orasi di kawasan bundaran sebelum akhirnya tiba di Mapolres Asahan sekitar pukul 14.20 WIB untuk melanjutkan aksi dengan bergantian menyampaikan aspirasi.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, MH, hadir langsung merespons tuntutan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan terhadap tujuh oknum Brimob tersebut. “Kami memastikan proses hukum berjalan transparan. Polres Asahan juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkoba, judi, dan segala bentuk kejahatan lainnya,” tegas Kapolres.
Tidak hanya menanggapi tuntutan, Kapolres bersama massa aksi dan pejabat utama Polres Asahan juga melaksanakan sholat ghoib dan doa bersama di lapangan apel Mapolres sekitar pukul 14.50 WIB. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dalam mendoakan korban sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan mahasiswa.
Aksi damai tersebut diakhiri dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama antara Polres Asahan dan HMI Cabang Kisaran-Asahan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Polres Asahan menegaskan kesiapannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025 dengan mengedepankan prinsip Presisi serta terus menjalin kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya suasana yang damai di Kabupaten Asahan.
Penulis : Indra Sikumbang.
Editor : Indra Sikumbang.
