![]() |
| Foto: Polres Asahan menggelar konferensi pers rilis akhir tahun. (Istimewa) |
Kerangsatu.com, Asahan – Sepanjang tahun 2025, Polres Asahan mencatat dinamika penanganan kriminalitas yang cukup tinggi. Total 2.127 laporan tindak pidana diterima dari masyarakat, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 2.108 kasus. Meski demikian, kinerja penyelesaian perkara tetap terjaga dengan tingkat penyelesaian mencapai 78 persen.
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani dalam konferensi pers digelar, Selasa (30/12/2025) menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Setiap laporan yang masuk kami tindak lanjuti secara profesional. Ini menjadi komitmen kami untuk terus hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat Asahan,” ujar AKBP Revi saat rilis akhir tahun 2025 di Aula Mapolres Asahan.
Dari ribuan laporan yang masuk, sejumlah jenis kejahatan menjadi perhatian serius kepolisian. Berikut potret penanganan kasus sepanjang 2025 dengan data disajikan secara acak:
Kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 334 kejadian, dengan korban 84 orang meninggal dunia, 9 luka berat, dan 500 luka ringan. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp747 juta.
Kasus narkotika ditangani sebanyak 394 perkara, dengan total 528 tersangka diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan.
Pengungkapan kasus geng motor mencapai 11 perkara, melibatkan 34 tersangka, dan seluruhnya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Kasus persetubuhan tercatat sebanyak 35 perkara, menjadi salah satu kejahatan yang mendapat perhatian khusus Satreskrim.
Perjudian diungkap dalam 27 kasus sepanjang tahun 2025.
Pencurian dengan pemberatan masih mendominasi, dengan 78 kasus berhasil ditangani aparat kepolisian.
Secara keseluruhan, Satreskrim Polres Asahan menerima 2.127 laporan dan berhasil menyelesaikan 1.656 perkara hingga akhir 2025. Capaian ini dinilai sebagai indikator konsistensi penegakan hukum di wilayah Asahan.
Kapolres menegaskan, pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan akan terus menjadi prioritas utama karena dampaknya yang luas terhadap keamanan sosial dan masa depan generasi muda.
Menutup evaluasi akhir tahun, AKBP Revi Nurvelani mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas.
“Catatan ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepolisian semakin maksimal dan responsif di tahun 2026,” pungkasnya.
Penulis : Indra Sikoembang.
Editor : Indra Sikoembang.
