![]() |
| Foto: Bunda PAUD Asahan Turun Langsung Pastikan Layanan Anak. |
Asahan, Kerangsatu.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini kembali ditunjukkan melalui langkah nyata di lapangan.
Ny. Yusnila Wati, yang dikenal sebagai Bunda PAUD sekaligus Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Asahan, turun langsung meninjau layanan pendidikan anak usia dini dan kesehatan ibu-anak di sejumlah kecamatan, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan kerja ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan PAUD dan Posyandu tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diawasi hingga ke tingkat desa. Dari ruang kelas PAUD hingga meja timbang posyandu, seluruh rantai layanan dasar bagi anak dan ibu menjadi perhatian utama.
Agenda dimulai dari PAUD Fadillah di Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat. Di lokasi tersebut, Ny. Yusnila menyaksikan langsung proses belajar mengajar, berdialog dengan para pendidik, serta memberikan semangat kepada guru dan orang tua. Ia menekankan bahwa PAUD bukan sekadar tempat belajar membaca dan berhitung, melainkan fondasi penting pembentukan karakter, kebiasaan positif, dan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
Kehadiran Bunda PAUD Asahan ini turut didampingi jajaran pemerintah kecamatan dan desa, unsur puskesmas, serta para penggerak PKK. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci agar pendidikan anak usia dini berjalan seiring dengan perhatian pada kesehatan dan gizi anak.
Usai dari PAUD, rombongan melanjutkan peninjauan ke Posyandu Melur di Desa Sipaku Area, kemudian bergerak ke sejumlah posyandu lain di Kecamatan Rawang Panca Arga dan Buntu Pane. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua TP Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila memastikan pelayanan posyandu berjalan sesuai standar dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di posyandu, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta balita. Menurutnya, posyandu harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar yang mudah diakses dan berkelanjutan.
“Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan dari layanan hari ini. Jika kesehatan ibu dan anak terjaga, maka visi besar menuju Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan,” ungkapnya di sela-sela kunjungan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Ny. Yusnila juga menyerahkan bantuan sarana berupa lima unit meja dan sepuluh unit kursi untuk posyandu di masing-masing kecamatan yang dikunjungi. Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, guna menunjang kenyamanan dan efektivitas layanan di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Asahan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari desa, melibatkan berbagai unsur, dan dipimpin langsung oleh figur yang memiliki peran strategis sebagai Bunda PAUD dan Ketua TP Posyandu.
Dengan pendekatan turun langsung ke lapangan, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap PAUD dan Posyandu tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar hadir sebagai pusat layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Penulis : Ramadan.
Editor : Ramadan.
