
foto: Lazismu Asahan ajak anak yatim belanja baju lebaran. (Istimewa)
Kerangsatu.com, Asahan - Sebanyak 116 anak yatim di Kabupaten Asahan mendapatkan kesempatan berbelanja langsung kebutuhan Hari Raya Idul Fitri melalui program sosial yang digelar oleh Lazismu Asahan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Ramadan sekaligus membantu anak-anak yatim mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
Program yang bertajuk Kado Ramadan itu digelar selama dua hari di Kisaran. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberi kesempatan memilih sendiri berbagai kebutuhan Lebaran seperti pakaian baru, perlengkapan salat, hingga alas kaki.
Ketua Lazismu Asahan, Hazlansyah Ramelan, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penyaluran amanah dari para muzaki dan donatur yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga tersebut.
Pada hari pertama kegiatan, sebanyak 75 anak yatim dari sejumlah panti asuhan diajak berbelanja kebutuhan Lebaran. Sementara pada hari kedua, sebanyak 41 anak yatim yang berasal dari luar panti asuhan juga mendapatkan kesempatan yang sama.
Total anggaran yang digunakan dalam program tersebut mencapai sekitar Rp20 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp12,5 juta yang bersumber dari infak serta Rp7,5 juta dari zakat harta yang dihimpun dari para donatur.
Menurut Hazlansyah, program ini bertujuan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim agar mereka juga dapat merasakan suasana menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan memiliki pakaian baru dan perlengkapan ibadah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng salah satu pelaku usaha lokal di Kisaran, yakni Yesko Jaja yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto sebagai tempat anak-anak memilih berbagai kebutuhan Lebaran.
Pemilik usaha tersebut juga turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini dengan memberikan tambahan bantuan berupa sandal kepada setiap anak yang mengikuti program.
Melalui kegiatan tersebut, Lazismu Asahan berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan warga yang membutuhkan, terutama pada momentum Ramadan.
Penulis : S Marpaung.
Editor : Ramadan.