Kerangsatu.com, Asahan - Antrean kendaraan tampak memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Jumat pagi (6/3/2026). Sejak pagi hari, pengendara sudah terlihat berbaris panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan di lapangan sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan antrean sepeda motor di beberapa SPBU bahkan mencapai lebih dari 50 meter. Tidak hanya kendaraan roda dua, mobil juga terlihat memenuhi jalur pengisian sehingga membuat antrean semakin padat.
Banyak warga memilih datang lebih awal untuk mengisi BBM sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan atau kenaikan harga bahan bakar.
Saiful, salah seorang warga Kisaran yang ikut mengantre mengatakan dirinya sengaja mengisi BBM sejak pagi demi menghindari kemungkinan terjadinya perubahan pasokan atau harga dalam waktu dekat.
“Daripada nanti mendadak susah dapat BBM atau harganya naik, lebih baik isi dari sekarang. Memang harus antre, tapi setidaknya kita sudah siap kalau nanti ada pengumuman baru soal BBM ini,” ujarnya.
Ia juga menilai antrean di SPBU belakangan ini terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Banyak masyarakat yang memilih mengisi bahan bakar lebih cepat untuk berjaga-jaga.
Kekhawatiran warga muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan BBM nasional diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari ke depan.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, sehingga sebagian warga memilih mengisi BBM lebih awal guna menghindari potensi gangguan distribusi maupun perubahan harga.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional masih dalam keadaan aman. Pemerintah juga menegaskan distribusi BBM tetap berjalan normal dan stok masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penulis : Dhan.
Editor : Ramadan.
