![]() |
| Foto: Kadis Pendidikan Asahan bersama wakil bupati . |
Asahan, kerangsatu.com – Kondisi lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya bersih dan nyaman menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan. Untuk menjawab persoalan tersebut, program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) kini digencarkan di seluruh satuan pendidikan.
Program ini merupakan implementasi dari arahan pemerintah pusat hingga daerah, mulai dari Presiden, Menteri Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga surat edaran Bupati Asahan yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan secara rutin di setiap instansi, termasuk sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Al Bakri, mengatakan bahwa Program ASRI tidak sekadar memperbaiki tampilan fisik sekolah, tetapi juga menanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada siswa sejak dini.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar sehat dan nyaman,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pembenahan fasilitas sanitasi, terutama toilet sekolah. Musa mengakui, masih banyak sekolah yang memiliki kondisi toilet kurang layak dan tidak terawat.
“Idealnya satu toilet digunakan untuk 40 siswa. Kalau lebih dari itu, tentu akan berdampak pada kebersihan dan kenyamanan,” jelasnya.
Menurutnya, fasilitas dasar seperti toilet tidak boleh diabaikan karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan serta kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar.
“Jangan sampai siswa merasa tidak betah di sekolah hanya karena fasilitasnya tidak mendukung,” tegas Musa.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Dinas Pendidikan akan melakukan pemantauan secara berkala ke sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan agar Program ASRI tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan secara nyata.
“Kalau sekolah bersih dan tertata, siswa akan lebih fokus dan semangat belajar,” tambahnya.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. Ia menilai, lingkungan sekolah yang sehat memiliki dampak besar terhadap kualitas pendidikan.
“Lingkungan yang bersih akan membuat siswa lebih nyaman dan mudah berkonsentrasi. Ini harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Rianto juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti di tengah jalan. Ia berharap budaya hidup bersih dapat menjadi bagian dari keseharian di setiap sekolah.
Dinas Pendidikan Asahan menegaskan, keberhasilan Program ASRI sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Asahan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Penulis : S Marpaung.
