Gara-Gara Diejek Pengemudi Becak di Asahan Tikam Pria yang Sedang Live TikTok


ASAHAN, Kerangsatu.com
– Aksi live TikTok sambil bernyanyi berujung petaka bagi Devi Putra (40), warga Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Ia mengalami luka robek di leher setelah diduga diserang seorang pengemudi becak bermotor yang tengah mabuk.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pisang, Pajak KUD, Kelurahan Umbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban diduga terkena sabetan pisau pada bagian leher sebelah kiri. Usai kejadian, pria yang diduga sebagai pelaku, Najruddin (60), disebut membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan kasus dugaan penganiayaan itu ke Polsek Kota Kisaran Timur.

Bermula Saat Korban Live TikTok Sambil Bernyanyi

Berdasarkan informasi dalam laporan kepolisian, kejadian bermula ketika korban berada di sekitar lokasi dalam perjalanan pulang ke rumah.

Dalam kondisi diduga mabuk, korban kemudian melakukan siaran langsung atau live TikTok sambil bernyanyi. Pada saat bersamaan, terjadi interaksi antara korban dengan Najruddin.

Situasi berubah tegang setelah korban diduga melontarkan ejekan kepada Najruddin. Ejekan tersebut diduga membuat pria berusia 60 tahun itu tersinggung dan emosi.

Najruddin kemudian disebut mengambil sebilah pisau dari becak bermotor miliknya. Pisau tersebut diduga diayunkan ke arah leher kiri korban hingga mengakibatkan luka robek.

Setelah korban terluka, Najruddin disebut membawa Devi Putra ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Laporan mengenai dugaan penganiayaan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi.

Sehari setelah kejadian, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolsek Kota Kisaran Timur IPTU Riki Hamdany memperoleh informasi dari masyarakat mengenai keberadaan pria yang diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Umbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran Timur IPDA Supangat bersama personel untuk mendatangi lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan Najruddin yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Namun, saat diamankan, Najruddin juga ditemukan dalam kondisi terluka. Bagian kepalanya mengalami luka hingga mengeluarkan darah.

Polisi kemudian membawa Najruddin ke RSU Kisaran untuk memperoleh perawatan medis.

Dalam penanganan perkara ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah pisau, satu unit becak bermotor Revo Absolute dan satu unit flashdisk.

Diduga Tersulut Emosi Saat Sedang Membeli Makanan

Dari penyelidikan sementara, polisi menduga aksi penganiayaan dipicu persoalan antara korban dan terduga pelaku ketika berada di sebuah warung.

Saat itu, Najruddin disebut sedang membeli makanan. Di lokasi tersebut, korban yang diduga dalam kondisi mabuk diduga mengejek Najruddin.

Ucapan korban diduga membuat Najruddin tersinggung. Emosinya kemudian memuncak hingga mengambil pisau yang berada di becak miliknya.

Pisau tersebut diduga digunakan untuk menyerang korban dengan cara diayunkan ke arah leher sebelah kiri. Akibatnya, Devi Putra mengalami luka robek dan harus mendapatkan penanganan medis.

Polisi Masih Dalami Kasus

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Penyidik masih menggali keterangan dari korban, terduga pelaku serta sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk penyebab hingga terjadinya aksi penyerangan.

Polisi juga masih menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua pihak mengalami luka dalam kejadian tersebut. (SM) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال