![]() |
| Foto: Pemkab Asahan Gandeng PTPN IV Percepat Peremajaan Sawit Rakyat. |
Asahan, Kerangsatu.com - Pemerintah Kabupaten Asahan mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat melalui kolaborasi bersama PTPN IV. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pola kemitraan di Desa Gotting Sodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.
Program tersebut ditandai dengan kegiatan tanam perdana bibit kelapa sawit yang dirangkai dengan penanaman padi gogo melalui pola intercropping, Senin (31/8/2026).
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha, Dandim 0208/Asahan, Kapolres Asahan, Region Head Regional I, General Manager Grup Kebun Asahan, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Bandar Pasir Mandoge, para kepala desa serta tamu undangan.
Pelaksanaan program berada di bawah Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan dengan jumlah peserta mencapai 181 orang.
Ketua Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Saripuddin Sirait, menjelaskan bahwa peremajaan dilakukan karena tanaman sawit milik petani telah memasuki usia sekitar 40 tahun.
Kondisi tanaman yang sudah tua membuat program replanting dinilai diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan.
"Peremajaan sawit dilakukan karena tanaman sawit yang dimiliki para petani telah berusia mencapai 40 tahun, sehingga sudah waktunya dilakukan penanaman kembali (replanting) untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas," ujar Saripuddin.
Tidak hanya berfokus pada sawit, koperasi juga memanfaatkan momentum peremajaan untuk mengembangkan tanaman pangan.
Dari lahan yang tersedia, sekitar 86 hektare disiapkan untuk budidaya padi gogo. Sementara itu, lahan seluas 98 hektare lainnya direncanakan digunakan untuk berbagai tanaman.
Saripuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program. Ia berharap kerja sama yang telah terbentuk dapat terus berjalan dan berkembang secara berkelanjutan.
Dukungan pemerintah daerah dan Forkopimda juga dinilai penting untuk memastikan seluruh proses program berjalan lancar hingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh petani.
Dukungan terhadap PSR juga datang dari PTPN IV. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha menyampaikan bahwa program peremajaan memiliki arti penting bagi keberlangsungan perkebunan rakyat.
Melalui skema kemitraan, PTPN IV akan memberikan pendampingan teknis kepada petani yang menjadi peserta program.
"betapa pentingnya peran PSR bagi PTPN IV. Oleh karena itu, melalui pola kemitraan ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis," kata Arya.
Para petani juga diminta mengikuti proses pendampingan agar penerapan teknis budidaya dapat berjalan sesuai arahan.
"Kepada para petani yang mengikuti Program PSR, diharapkan dapat mengikuti segala bimbingan dan arahan yang diberikan oleh tim PTPN IV, agar hasil panen ke depan dapat meningkat secara signifikan," ujarnya.
Arya berharap program tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat penerima manfaat.
"Semoga masyarakat yang telah menerima bantuan ini mampu meningkatkan taraf hidup dan hasil usahanya," katanya.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menilai program kemitraan tersebut menjadi contoh sinergi antara pemerintah, perusahaan perkebunan dan petani dalam mengembangkan sektor pertanian serta perkebunan.
Ia memberikan apresiasi kepada PTPN IV yang telah membangun kerja sama dengan kelompok tani di Desa Gotting Sodadi.
Menurut Taufik, pengembangan padi gogo di tengah proses peremajaan sawit memiliki nilai strategis karena dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
"Program ini juga merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," kata Taufik.
Ia berharap pelaksanaan PSR dan pola intercropping tersebut tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi dapat memberikan hasil nyata bagi petani.
"berharap pelaksanaan program PSR dan intercropping padi gogo ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dan Kabupaten Asahan pada umumnya," ujarnya.
Setelah rangkaian seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kelapa sawit dan padi gogo secara simbolis.
Bupati Asahan, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV serta sejumlah tamu kehormatan turut turun ke lahan untuk melakukan penanaman perdana.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya program peremajaan tanaman sawit sekaligus pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan di lingkungan Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan.
Dengan melibatkan 181 peserta koperasi, program tersebut diharapkan mampu memperbaiki produktivitas kebun rakyat setelah tanaman lama diremajakan. Sementara pengembangan padi gogo diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan bagi petani selama proses pertumbuhan tanaman sawit.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, PTPN IV, koperasi dan petani pun diharapkan dapat terus diperkuat agar program berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (SM)
