Asahan, Kerangsatu.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan resmi membuka Program Pemagangan Nasional 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi generasi muda sekaligus memperluas peluang masuk ke dunia kerja.
Program tersebut dibuka Wakil Bupati Asahan Rianto, di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (26/8/2026).
Sebanyak 37 peserta akan mengikuti pemagangan selama enam bulan. Mereka ditempatkan di tiga lembaga mitra, yakni BPS Kabupaten Asahan, BPJS Kesehatan Cabang Kisaran dan RSU Catharina 1914.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Sutiono, mengatakan program pemagangan berlangsung mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027.
"Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja," kata Sutiono.
Dari total peserta, 3 orang ditempatkan di BPS Kabupaten Asahan, 5 orang di BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, sedangkan 29 peserta lainnya menjalani pemagangan di RSU Catharina 1914.
Penempatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada peserta sesuai dengan lingkungan kerja masing-masing.
Program pemagangan juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami budaya kerja, meningkatkan kedisiplinan serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional.
Wakil Bupati Asahan Rianto mengatakan pengalaman praktis menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi lulusan baru ketika memasuki pasar kerja.
"Tantangan terbesar para lulusan baru saat ini bukanlah kurangnya kompetensi akademik, melainkan minimnya pengalaman praktis di dunia kerja nyata," ujar Rianto.
Menurutnya, pemagangan menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan peserta dengan kebutuhan dunia kerja.
Rianto menegaskan peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja. Pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas selama mengikuti program.
Peserta mendapatkan uang saku penuh yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Mereka juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Setelah menyelesaikan program dan mengikuti uji kompetensi, peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis.
"Gunakan waktu enam bulan ke depan dengan sebaik-baiknya. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya," pesan Rianto.
Pembukaan program pemagangan tersebut turut dirangkai dengan Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi 25 pelaku UMKM.
Pelatihan dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2026 di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, terutama dalam pengelolaan usaha, produktivitas dan membaca peluang pasar.
Pemkab Asahan berharap kedua program tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Program Pemagangan Nasional 2026 pun diharapkan tidak berhenti pada pengalaman selama enam bulan, tetapi menjadi bekal bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan dan bersaing di dunia kerja setelah masa pemagangan berakhir. (SM)
