Foto: Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. 
Asahan, Kerangsatu.com - Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, memberikan perhatian khusus terhadap kasus predator anak yang belakangan memakan korban hingga belasan orang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Politisi senior Partai Golkar ini menekankan bahwa fenomena predator anak bukanlah hal baru di tengah masyarakat dan harus dihentikan agar tidak ada lagi yang menjadi korban. Hal itu ia sampaikan saat berdialog langsung dengan orang tua korban di Kisaran, Senin (16/2/2026).
“Saya sudah datangi Kantor Perlindungan Anak Indonesia di Jakarta, dan mereka berjanji akan menanganinya secara khusus dan serius karena fenomena ini bukan baru. Kekerasan seksual terhadap anak ini sangat serius. Anak-anak adalah masa depan bangsa kita, jadi jika mereka terganggu, masa depan bangsa juga terancam,” ujarnya.
Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Utara III ini menambahkan, di saat negara sedang menyiapkan kebutuhan fisik anak sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis, gangguan mental akibat kekerasan seksual oleh orang dewasa menjadi hal yang ironis.
“Oleh karena itu, saya ingin memastikan bahwa kampung saya, daerah pemilihan saya, bebas dari predator anak. Ini harus menjadi perhatian serius,” ucapnya didampingi Ketua DPRD Asahan, Epi Irwansyah Pane.
Doli juga menghimbau sekolah-sekolah di Asahan agar memperhatikan anak didiknya agar tidak menjadi korban bullying, yang dapat melemahkan mental setelah mengalami kekerasan di luar rumah.
“Tidak hanya di rumah, peran di sekolah juga harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak menjadi korban ejekan dari teman-temannya,” harap Doli.
Sebelumnya, sebanyak delapan anak lainnya yang masih berusia sekolah dasar (SD), didampingi orang tua mereka, mendatangi Polres Asahan pada Senin (16/2/2026) sore untuk membuat laporan terkait pencabulan oleh pria berinisial SS (53).
Jika laporan tersebut diterima, total ada 12 anak yang menjadi korban SS, yang diketahui merupakan karyawan BUMN perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.
Selain didampingi orang tua, para anak ini juga mendapat pendampingan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Asahan dan Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
“Setelah melakukan pendampingan termasuk berbicara dengan orang tua korban, ternyata ada korban lain yang baru berani buka suara. Mereka hari ini ikut melaporkan, didampingi orang tua,” kata Ketua LPA, Fadli Harun Manurung.
Sebelumnya, SS telah dilaporkan atas tindakan pencabulan yang dilakukannya pada Senin, 9 Februari 2026 lalu dengan empat korban.
Penulis : Indra.
Editor : Dhan.