Perkuat Peran Masyarakat Dalam Pemulihan Penyalahgunaan Narkotika, BNNK Asahan Bentuk 2 Unit IBM

Kepala BNNK Asahan, Bapak Adrea Retha Zulhelfi, S.Pd., M.M., bersama tim Rehabilitasi dan Agen Pemulihan unit IBM Desa Sei Lama (Kerangsatu.com)


Kerangsatu.com-Asahan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan membentuk 2 Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di wilayah Kabupaten Asahan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Asahan.

Dua unit tersebut di Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, dibentuk pada pada April 2026 dan Unit IBM Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, pada Oktober 2026. Pembentukan kedua unit tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan pemulihan bagi masyarakat yang mengalami permasalahan penyalahgunaan narkotika, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat desa dalam mendukung upaya rehabilitasi yang berkelanjutan.

Masing-masing Unit IBM memiliki 5 (lima) orang Agen Pemulihan, sehingga secara keseluruhan terdapat 10 (sepuluh) Agen Pemulihan yang berasal dari unsur tokoh masyarakat, perangkat desa, kepala dusun, dan Karang Taruna. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat jangkauan pelayanan, membangun kepedulian sosial, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih responsif terhadap permasalahan penyalahgunaan narkotika.

“Permasalahan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui Unit IBM, kami ingin

mendorong agar Desa memiliki kepedulian dan kemampuan untuk mengenali permasalahan

penyalahgunaan narkotika di lingkungannya, memberikan dukungan awal, serta menghubungkan individu yang membutuhkan layanan dengan fasilitas rehabilitasi yang sesuai,” demikian Kepala BNNK Asahan, Adrea Retha Zulhelfi, S.Pd., M.M., Selasa (20/10/2026) digedung BNN setempat.

Adrea menjelaskan keberadaan agen pemulihan diharapkan dapat menjadi penggerak di Tengah masyarakat dalam memberikan edukasi, melakukan pendekatan secara persuasif, membantu mengidentifikasi individu yang membutuhkan dukungan pemulihan, serta memfasilitasi akses terhadap layanan rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan dan prosedur yang berlaku.

Melalui pembentukan Unit IBM di Desa Bunut Seberang dan Desa Sei Lama, BNNK Asahan diharapkan stigma negatif terhadap penyalahguna narkotika dapat dikurangi. Masyarakat perlu memahami bahwa individu yang mengalami permasalahan penyalahgunaan narkotika

membutuhkan dukungan, pendampingan, dan akses terhadap layanan pemulihan yang tepat.

BNNK Asahan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas agen pemulihan agar pelaksanaan IBM dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Sinergi antara BNN, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, sekolah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“Harapan kami, Unit IBM ini tidak hanya menjadi wadah pelayanan pemulihan di tingkat desa, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Asahan yang Bersih dari Narkoba (Bersinar),” tutup Bapak Adrea.

Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Asahan, Yudi Purwana, S.PKP., menegaskan pentingnya kesinambungan antara upaya pencegahan di lingkungan pendidikan dan dukungan pemulihan di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan program

SERASI BERJAYA SINARI SEKOLAH yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

“Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kepedulian dan ketahanan lingkungan sekolah terhadap ancaman narkotika. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi, penguatan peran sekolah, serta kerja sama dengan orang tua dan masyarakat. Sementara itu, apabila ditemukan individu yang membutuhkan bantuan, pendekatan yang humanis dan akses terhadap layanan yang sesuai juga harus menjadi perhatian. Dengan demikian, upaya pencegahan di sekolah dan pemulihan berbasis masyarakat dapat saling mendukung,” ungkapYudi.

Editor : Indra Sikoembang 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال