Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Asahan Tembus 75,13 pada 2025, Ini Komentar Akademisi

Ilustrasi / Freepik.

 

Kerangsatu.com, Asahan - Kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Asahan terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Asahan tahun 2025 mencapai 75,13, menandai kemajuan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat sekaligus mempertegas arah pembangunan daerah yang semakin berkelanjutan.

Capaian tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Asahan, Dadan Supriadi, dalam rilis resmi statistik pada Senin (5/1/2026). Ia mengungkapkan, IPM Asahan 2025 mengalami kenaikan 0,96 poin atau 1,29 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 74,13.

“Selama periode 2020 hingga 2025, IPM Kabupaten Asahan tumbuh rata-rata 0,76 persen per tahun, dan pada 2025 pertumbuhannya mengalami percepatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dadan.

Menurut BPS, peningkatan IPM Asahan tidak terjadi secara parsial, melainkan merata pada seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah berjalan lebih inklusif dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, harapan hidup bayi yang lahir pada 2025 tercatat mencapai 73,93 tahun, meningkat 0,28 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan perbaikan layanan kesehatan, peningkatan akses fasilitas medis, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, kemajuan sektor pendidikan di Asahan juga menunjukkan tren menggembirakan. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun meningkat dari 12,65 tahun menjadi 12,84 tahun atau naik 0,19 tahun. Di sisi lain, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas turut meningkat dari 8,85 tahun menjadi 9,06 tahun, atau naik 0,21 tahun pada 2025.

Tak kalah signifikan, dimensi standar hidup layak yang diukur melalui rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun juga mengalami lonjakan cukup tajam. BPS mencatat pengeluaran riil per kapita meningkat sekitar Rp459 ribu atau 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin menguat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menanggapi capaian tersebut, Hazlansyah Ramelan, Akademisi Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS) sekaligus kandidat doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang, menilai peningkatan IPM Asahan sebagai sinyal positif keberhasilan kebijakan pembangunan daerah.

“Peningkatan IPM yang terjadi secara merata pada seluruh dimensi menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Asahan tidak hanya terfokus pada satu sektor, tetapi berjalan lebih seimbang,” kata Hazlansyah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan kualitas pertumbuhan IPM, terutama dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan dan layanan kesehatan antarwilayah.

“Ke depan, kebijakan perlu difokuskan pada pemerataan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan primer, serta penciptaan lapangan kerja produktif. Dengan begitu, peningkatan IPM tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Dengan tren IPM yang terus menanjak, Kabupaten Asahan dinilai berada di jalur yang tepat dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia. Peningkatan harapan hidup, kemajuan pendidikan, dan daya beli masyarakat menjadi indikator kuat bahwa kualitas hidup warga Asahan terus membaik dan berpotensi tumbuh lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

Penulis : S Marpaung
Editor : Indra Sikoembang.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال