Puluhan Tahun Hidup Tanpa Listrik, Warga Dusun VIII Akhirnya Didatangi Bupati dan Kapolres Asahan


Foto: Bupati dan Kapolres Asahan serahkan bantuan genset. (Istimewa) 

Kerangsatu.com, Asahan – Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan tanpa aliran listrik PLN, warga Dusun VIII Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan.

Momentum itu terjadi saat Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani mengunjungi dusun tersebut dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80, Kamis (25/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat. Selama ini, warga Dusun VIII harus menjalani aktivitas malam hari dengan penerangan seadanya karena wilayah mereka belum tersentuh jaringan listrik PLN.

Rombongan tiba di salah satu rumah warga dan berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya terkait kebutuhan listrik dan pembangunan infrastruktur dasar.

Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat daerah, perwakilan PLN, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Dalam dialog bersama warga, Bupati Asahan mengakui bahwa Dusun VIII masih menjadi salah satu wilayah yang belum menikmati layanan listrik negara.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai upaya koordinasi telah dilakukan bersama PLN agar jaringan listrik dapat segera masuk ke wilayah tersebut.

Taufik menjelaskan bahwa usulan penyediaan listrik untuk Dusun VIII telah disampaikan kepada pihak PLN dan saat ini masih dalam proses pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kami terus mengupayakan agar dusun ini masuk dalam program perluasan jaringan listrik. Harapan kami, masyarakat bisa segera menikmati listrik seperti wilayah lainnya di Kabupaten Asahan," ujarnya.

Bupati juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar proses yang sedang berjalan dapat segera membuahkan hasil.

Tidak datang dengan tangan kosong, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani turut membawa bantuan untuk warga Dusun VIII.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Asahan menyerahkan satu unit genset sebagai solusi sementara untuk membantu kebutuhan penerangan masyarakat yang selama ini hidup tanpa listrik PLN.

Selain genset, bantuan berupa tas sekolah juga diberikan kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan di daerah tersebut.

AKBP Revi Nurvelani mengatakan kehadiran Polres Asahan di tengah masyarakat merupakan bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pelayanan dan kepedulian sosial.

"Kami ingin hadir langsung dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga, tetapi setidaknya dapat membantu sembari menunggu realisasi jaringan listrik masuk ke dusun ini," katanya.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Kepala Dusun VIII yang mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah dan jajaran kepolisian.

Menurutnya, selama ini warga terus berharap adanya solusi nyata atas persoalan listrik yang belum kunjung teratasi.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Bapak Bupati dan Bapak Kapolres datang langsung melihat kondisi kami. Harapan kami tentu listrik bisa segera masuk sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," ujarnya.

Bagi warga Dusun VIII, listrik bukan sekadar penerangan. Kehadirannya diyakini akan membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan mempercepat pembangunan di wilayah yang selama ini masih tertinggal.

Kini, setelah kunjungan tersebut, harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat. Mereka berharap janji dan upaya yang telah dilakukan dapat segera diwujudkan sehingga Dusun VIII tidak lagi dikenal sebagai wilayah yang hidup dalam kegelapan di Kabupaten Asahan. (S.Marpaung) 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال