Taufik Zainal Abidin: MTQ Jadi Momentum Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur'an

 

Foto: Bupati Asahan hadiri pembukaan MTQ tingkat Provinsi Sumut. (Istimewa) 

Asahan, Kerangsatu.com – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin,  menilai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan momentum penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Taufik saat menghadiri pembukaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Lapangan Astaka Pancing, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii, S.H., M.Hum., tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sumatera Utara, tokoh agama, tokoh adat, serta ribuan peserta dan kafilah dari berbagai daerah.

Menurut Taufik Zainal Abidin, pelaksanaan MTQ memiliki makna yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat implementasi ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan hanya tentang kompetisi mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, religius, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Taufik.

Bupati Asahan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjadikan MTQ sebagai wahana untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan keislaman, serta mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antar daerah.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Inilah yang menjadi esensi dari pelaksanaan MTQ,” katanya.

MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara tahun ini mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Langkah Menuju Kolaborasi Sumut Berkah” dan diikuti sebanyak 1.109 peserta yang berasal dari 28 kabupaten, tujuh kota, serta tiga kafilah khusus yang mewakili perguruan tinggi, Polda Sumatera Utara, dan PTPN.

Ketua Panitia MTQ, H. Muhammad Yasir Tanjung, S.Pd.I., menjelaskan bahwa para peserta akan bertanding pada delapan cabang perlombaan dan 25 golongan selama 10 hari pelaksanaan. Sebanyak 56 peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Sumatera Utara pada MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ. Sebagai bentuk motivasi kepada peserta, Gubernur Sumut memberikan 10 paket umrah bagi peserta berprestasi, yang kemudian ditambah dua paket umrah oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI menegaskan bahwa MTQ harus menjadi sarana memperkuat persatuan, membangun karakter umat, serta mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pembukaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara ditandai dengan penekanan tombol bersama dan pembukaan replika Mushaf Al-Qur'an oleh Wakil Menteri Agama RI, Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan MTQ tingkat provinsi tersebut.

Bagi Pemerintah Kabupaten Asahan, pelaksanaan MTQ menjadi momentum penting untuk terus menumbuhkan semangat religius di tengah masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun generasi Qurani yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara.

Penulis : S Marpaung.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال