Ratusan ASN di Asahan Ketahuan Mengakali Absen Pakai Fake GPS

Ilustrasi Fake GPS.

Asahan, Kerangsatu.com – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Asahan diduga ketahuan menggunakan absen palsu dengan aplikasi illegal menggunakan fake GPS untuk mengelabui titik absen yang tidak pada posisinya. 

Sekretaris Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Asahan, Faisal Sinaga saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/7/2026) di kantornya membenarkan hal tersebut. Disebutkan akal-akalan absen ini digunakan melalui aplikasi illegal berbayar yang bisa di instal di ponsel.

“Sudah ada yang kedapatan pakai itu, dia semacam fake GPS. Jadi bisa absen tanpa harus berada di kantor. Ini sedang jadi atensi bagi kami di BKPSDM,” kata Faisal. 

Selama ini, sistem absensi elektronik pada ASN dilakukan dengan mengidentifikasi wajah dan harus berada di lokasi kantor tempat ia berdinas dengan aplikasi presensi yang mengharuskan mereka hadir pada pagi hari dan pulang di sore hari pada saat jam tertentu dengan identifikasi wajah.

Dengan menggunakan aplikasi fake gps illegal, mereka dapat absen dari rumah atau bahkan sedang berada di luar kota sekalipun. Sebab, jika absen tidak dilakukan akan berdampak pada pemotongan tunjungan penghasilan pegawai (TPP).

“Saya tidak tau pasti jumlahnya berapa, tapi jumlahnya ada ratusan. Paling banyak di kecamatan,” ujarnya.

Saat ini, BKPSDM telah menyerahkan data-data ASN yang menggunakan absen palsu dengan aplikasi tersebut ke Inspektorat dan sedang menunggu petunjuk hasil pemeriksaan. 

“Data sudah ditangan inspektorat. Dari sana nanti apa tindakan selanjutnya,” ujar Faisal.

Untuk diketahui, aplikasi presensi ilegal bekerja dengan cara memanipulasi data lokasi (koordinat GPS) untuk menembus sistem pemrograman absensi resmi. Modus operandi ini memungkinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) tercatat hadir di kantor tepat waktu secara sistem, meskipun secara fisik mereka masih berada di rumah atau datang terlambat. (S M)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال