![]() |
| Foto: Rapat koordinasi terkait program MBG. (Istimewa) |
Asahan, Kerangsatu.com – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat pengawasan kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan Taufik saat membuka evaluasi dan koordinasi pelaksanaan MBG di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (13/10/2026).
Menurut Taufik, MBG merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pengelola harus memastikan makanan yang disajikan layak dikonsumsi dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Asahan juga akan melakukan pemantauan langsung guna mengevaluasi pelaksanaan program serta membahas hal-hal yang perlu diperbaiki.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Asahan, Adi Adma Arif, menyebutkan saat ini terdapat 81 SPPG di Kabupaten Asahan.
Ia mengatakan, program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Namun, seluruh SPPG tetap diingatkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan dan penyediaan makanan.
Wakil Bupati Asahan sekaligus Ketua Satgas MBG, Rianto, menambahkan bahwa pengawasan harus dilakukan bersama oleh pemerintah daerah, Satgas MBG, BGN, dan pengelola SPPG.
Ia berharap koordinasi semakin kuat agar kualitas makanan tetap terjaga dan jangkauan pelayanan MBG semakin luas.
Melalui evaluasi ini, Pemkab Asahan berharap pelaksanaan MBG berjalan lebih optimal, aman, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak serta masyarakat. (SM)
