Kerangsatu.com, Asahan – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di Kabupaten Asahan dipastikan hadir dengan nuansa berbeda. Jika biasanya identik dengan pesta meriah, dekorasi mencolok, dan berbagai hiburan, kali ini masyarakat Tionghoa justru diajak menahan diri dan merayakan secara lebih sederhana.
Seruan tersebut disampaikan Pengurus Cabang Indonesia Tionghoa (PC INTI) Asahan sebagai respons atas situasi kemanusiaan yang tengah dirasakan sebagian wilayah Indonesia. Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Di tengah kondisi itu, PC INTI menilai perayaan Imlek sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Momentum pergantian tahun dinilai lebih tepat diisi dengan refleksi diri, doa, dan aksi sosial ketimbang kemeriahan semata.
Ketua PC INTI Asahan, Darmin Tanudjaja, menegaskan bahwa makna Imlek sesungguhnya terletak pada nilai kebersamaan, bukan pada kemewahan acara. Ia mengajak warga memaknai perayaan dengan mempererat hubungan keluarga sekaligus menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak musibah.
Menurutnya, pesta besar justru berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial ketika masih banyak saudara sebangsa yang membutuhkan bantuan. Karena itu, perayaan sederhana dinilai lebih selaras dengan semangat kemanusiaan.
“Imlek adalah tentang hati yang bersyukur dan peduli. Kita ingin perayaan tetap hangat, tapi tidak berlebihan. Lebih baik berbagi daripada berpesta,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Bustami Chie Pit. Ia menyebut, suasana kebersamaan di rumah bersama keluarga jauh lebih bermakna dibanding perayaan megah di luar. Nilai harmoni dan kekeluargaan, katanya, justru menjadi fondasi utama budaya Tionghoa sejak dahulu.
Lebih jauh, PC INTI berharap Tahun Kuda Api 2026 dapat menjadi titik awal untuk memperkuat solidaritas sosial. Warga didorong meningkatkan kegiatan berbagi, membantu korban bencana, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan ini, Imlek di Asahan diharapkan tetap terasa khidmat, membawa energi positif, dan menghadirkan makna yang lebih dalam—bukan sekadar kemeriahan seremonial.
Penulis : Aal.
Editor : Dhan.
