Cetak Instruktur Dakwah Andal, Muhammadiyah Sumut Kaderisasi Mubalig di Asahan

Foto: pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Mubalig dan Mubaligat yang digelar di Kabupaten Asahan.



Kerangsatu.com, Asahan - 
Upaya memperkuat barisan dakwah terus dilakukan Muhammadiyah Sumatera Utara. Salah satunya melalui pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Mubalig dan Mubaligat yang digelar di Kabupaten Asahan selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Desember.

Kegiatan ini menjadi wadah kaderisasi strategis untuk mencetak instruktur dakwah yang tidak hanya piawai menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga mampu mengelola aktivitas dakwah secara terstruktur dan berkelanjutan. Puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara turut ambil bagian dalam pelatihan intensif tersebut.

Sebanyak 40 peserta tercatat mengikuti ToT ini, berasal dari Asahan, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Dairi, hingga sejumlah daerah lainnya. Keikutsertaan lintas wilayah ini mencerminkan tingginya antusiasme kader Muhammadiyah terhadap penguatan kualitas dakwah.

Ketua Panitia, Zefri Arizky, menegaskan bahwa ToT dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan ceramah keagamaan. Peserta dibekali kemampuan kepelatihan, manajemen kegiatan dakwah, serta strategi membina mubalig dan mubaligat di tingkat daerah dan cabang.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan sebagai tuan rumah menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan dakwah saat ini. Dengan jumlah ranting dan cabang yang tersebar luas, Asahan membutuhkan sumber daya mubalig yang berkualitas dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Ketua PDM Asahan, Mohd Akhiar MA, memandang ToT ini sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan dakwah Muhammadiyah ke depan. Ia optimistis para peserta yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi motor penggerak dakwah, sekaligus memperkenalkan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan sosial kepada masyarakat.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Asahan. Perwakilan Bupati Asahan menilai pelatihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas dakwah Islam di Sumatera Utara. Muhammadiyah dinilai konsisten melahirkan dai yang tidak hanya religius, tetapi juga berwawasan kebangsaan dan sosial.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PWM Sumatera Utara, Dr. S. Pari, MA, menekankan bahwa peran mubalig dan mubaligat merupakan ujung tombak persyarikatan. Menurutnya, ToT menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman, memperdalam metode dakwah, serta membangun kemampuan instruktur dalam mengelola pelatihan dan aktivitas dakwah secara profesional.

Meski di tengah berbagai keterbatasan, pelaksanaan ToT ini dinilai sebagai langkah awal yang signifikan. Ke depan, Muhammadiyah Sumut berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut hingga ke tingkat wilayah, demi memperkuat dakwah Islam yang berkemajuan di tengah masyarakat.

Penulis : Al
Editor : Ramadhan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال