Modus Cari Kontrakan di Kisaran Berujung Penipuan, Pasutri Larikan Dua Motor Pemilik Rumah

Foto: Tampang pelaku terekam CCTV. (Istimewa) 

 

Kerangsatu.com, Asahan - Aksi pencurian dengan modus tak biasa menggegerkan warga Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Sepasang suami istri diduga menipu seorang warga dengan berpura-pura mencari rumah kontrakan, bahkan nekat membawa anak balita untuk melancarkan aksinya.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur, pada Senin, 22 Desember 2025 lalu. Korban diketahui bernama Serianto, seorang pria paruh baya yang memiliki beberapa rumah kontrakan awalnya tersentuh melihat kondisi keluarga tersebut.

Kehadiran anak kecil yang terus digendong membuat korban dan keluarganya yakin bahwa pasangan itu benar-benar membutuhkan tempat tinggal. Pelaku mengaku baru saja dipindahkan tugas dari Surabaya dan bekerja di salah satu bank milik negara, sehingga harus segera mencari rumah sewa di Asahan.

“Dia datang katanya baru pindah tugas dari Jawa ke Kisaran ini. Mau cari rumah kontrakan. Sama istrinya bawa anak kecil. Kita di situ sama sekali enggak merasa curiga,” kata Sarianto kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

Korban bahkan sempat sepakat harga dengan pasangan suami istri ini untuk menyewa rumah kontrakan dengan durasi enam bulan. Di rumah kontrakan tersebut pelaku sempat memasak bersama istrinya untuk menumbuhkan kepercayaan korban. Semua skenario itu dijalankan dengan rapi demi mengelabui korban.

Namun, kepercayaan yang terbangun justru berujung petaka. Pelaku pria dari pasangan suami istri ini beberapa saat kemudian meminjam sepeda motor korban dengan dalih mengambil uang di ATM bank.

“Minjam sepeda motor sebentar katanya mau ke ATM mengambil uang. Karena istri dan anaknya di rumah itu jadi kita percaya,” ujarnya. 

Tak lama berselang, sang istri juga meminjam sepeda motor lain dengan alasan dompet suaminya yang berisikan ATM tertinggal . Sehingga pelaku wanita pergi bersama anaknya meminjam sepeda motor korban yang ke dua. 

Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah kedua sepeda motor tersebut tak kunjung kembali. Pelaku beserta anaknya menghilang tanpa jejak, meninggalkan korban dalam kondisi syok dan kebingungan.

“Ditunggu sudah tidak balik-balik. Nomor HP yang ditinggalkan mereka juga enggak bisa di hubungi. Disitulah sadar kita kena modus perampokan,” ujarnya.

Kasus ini telah dilaporkan korban ke Polres Asahan. Korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pelaku, menangkap pasangan tersebut, serta mengembalikan sepeda motornya yang dibawa kabur. 

“Ada rekaman jelas CCTV ke dua pelaku kami sebarkan biar cepat dikenali,” ujarnya. 

Penulis : Dhan. 
Editor : Dhan,

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال